Peran sel punca dalam penuaan kulit adalah untuk memperbaiki jaringan yang rusak atau menggantikan sel lain dalam kematian sel terprogram. Metabolit sel punca kaya akan faktor pertumbuhan termasuk IL-10, IL-4, EGF, GM-CSF, dan TGF-β yang dapat menginduksi produksi protein dan serat elastis pada kulit, sehingga meningkatkan penampilan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik metabolit sel punca secara in vitro. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menggunakan reagen MTT dan densitas optik sel ditentukan dengan menggunakan pembaca ELISA untuk mengetahui persentase sel hidup. Uji deteksi sitokin dilakukan dengan menganalisis kadar sitokin dalam sel mononuklear darah tepi (PBMC) dan sel punca mesenkimal (MSC) menggunakan ELISA. Uji apoptosis dilakukan dengan menggunakan metode pewarnaan ganda dengan penanda yang diidentifikasi adalah Hsp70, p53, dan caspase-3.
Semua sampel menunjukkan persentase sel hidup yang melebihi 70%. Uji deteksi sitokin menunjukkan penurunan IL-12 dan IFN-γ pada kelompok PBMC maupun MSC. Uji apoptosis sel punca mesenkimal adiposa manusia dengan menggunakan mikroskop fluoresensi menunjukkan sebagian besar cahaya hijau hilang pada sel kontrol tanpa metabolit. Kami menemukan bahwa ekspresi Hsp70 meningkat sedangkan ekspresi p53 dan caspase-3 menurun pada sampel metabolit sel punca. Hasil ini menunjukkan bahwa metabolit sel punca tidak beracun, tidak menyebabkan respons imun sistemik pada jaringan di sekitarnya, dan mampu menghambat terjadinya apoptosis.
Penulis : Purwati Sumorejo, Muhammad Yulianto Listiawan, Ardhiah Iswanda Putri, Fedik Abdul Rantam, Helen Susilowati, Eryk Hendrianto



