Pendahuluan: Palsi serebral (CP) adalah kelainan utama pada gerakan dan postur tubuh akibat kerusakan neurologis sebelum, saat, atau dalam lima tahun setelah kelahiran yang menghambat perkembangan otak secara normal. Perawatan suportif, obat-obatan, dan pembedahan dapat dilakukan, tetapi belum ada hasil yang optimal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas implantasi intraventrikular sel punca progenitor saraf yang berasal dari adiposa pada pasien pasca-palsi serebral. Metode: 14 pasien diikutsertakan dalam penelitian ini. Jaringan adiposa kecil diisolasi dengan lipektomi kecil di bawah anestesi lokal, dikultur dan diturunkan menjadi sel progenitor saraf. Implantasi intraventrikular dilakukan di ruang operasi. Pasien dievaluasi berdasarkan Gross Motor Function Classification System (GMFCS) sesuai dengan keterampilan motorik mereka sebelum dan setelah perawatan selama 12 bulan. Penilaian meliputi fungsi kognitif, fungsi motorik, dan perubahan spastisitas. Statistik deskriptif disajikan. Hasil dan Pembahasan: Sepuluh dari dua belas pasien CP (83,33%) menunjukkan perbaikan yang signifikan setelah perawatan. Peningkatan berkisar antara 1 hingga 3 tingkat pada skor GMFCS, dan perbaikan paling menonjol pada keterampilan motorik dan keterampilan kognitif. Tidak ada kejadian buruk serius yang dilaporkan, terbatas pada sakit kepala ringan, demam, atau muntah, dan semua efek samping hilang dalam beberapa hari. Kesimpulan: Karena ukuran sampel yang kecil dan uji coba yang tidak diacak, kami tidak dapat mencapai kesimpulan definitif mengenai potensi implantasi intraventrikular. Namun, penelitian kecil ini menunjukkan bahwa implantasi intraventrikular berulang dari sel punca adiposa autologus menguntungkan.

Penulis : Purwati, Asra Al Fauzi, Prastiya Indra Gunawan, Imam Susilo, Diah Puspita Rini