Robekan pada ligamen krusiatum anterior (ACL) yang disebabkan oleh gangguan fungsi proprioseptif sendi lutut dapat mengakibatkan penurunan fungsi dan degradasi struktur sendi lainnya yang pada akhirnya memengaruhi aktivitas sehari-hari. Platelet rich plasma (PRP) banyak digunakan dalam penelitian terkini untuk meningkatkan penyembuhan cedera jaringan lunak karena mengandung banyak faktor pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh platelet rich plasma pada operasi rekonstruksi ACL. Pasien rekonstruksi ACL baik dengan atau tanpa PRP dievaluasi dengan pengukuran Joint Position Sense (JPS) dan Threshold To Detection of Passive Motion (TTDPM) dan hasilnya dibandingkan. Dari penelitian ini ditemukan 20 pasien yang menjalani rekonstruksi ACL baik dengan atau tanpa PRP. Hasil tes menunjukkan perbedaan JPS yang signifikan secara statistik pada pasien rekonstruksi ACL yang diberi PRP dan yang tidak, pada sudut 30˚ (p=0,037) dan 45˚ (p=0,034). Juga diperoleh perbedaan TTDPM yang tidak signifikan pada kedua kelompok (p=0,172). Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah penambahan platelet rich plasma pada pasien dengan rekonstruksi ACL sendi lutut dapat meningkatkan fungsi JPS pada sudut 30˚ dan 45˚, sedangkan fungsi TTDPM tidak meningkat secara signifikan.

Penulis : Dwikora Novembri Utomo, Purwati, Damayanti Tinduh, Nanang Hari Wibowo