Defek tulang rawan telah menjadi masalah serius bagi ahli bedah ortopedi dan pasien karena penyembuhannya yang sulit yang mungkin terjadi ketika kerusakan tulang rawan artikular tidak pernah mencapai lapisan subkondral. Dalam penelitian ini, kami menggunakan kombinasi perancah tulang rawan sapi kering beku (FDBC), sel punca mesenkimal sumsum tulang (BM-MSC), dan komposit platelet rich plasma (PRP) (SMPC) yang diimplantasikan pada defek tulang rawan setebal penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme regenerasinya. Ini adalah penelitian eksperimental murni dengan desain kelompok kontrol hanya post-test menggunakan Kelinci Putih Selandia Baru. 50 ekor kelinci dibagi menjadi tiga kelompok yaitu SMPC, BM-MSC dan FDBC. 37 ekor kelinci dievaluasi setelah dua belas minggu. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan jumlah kondrosit, ketebalan kolagen dan lebar tulang rawan tertinggi pada kelompok SMPC. Pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan kelompok SMPC memiliki jumlah sel kondrogenitor tertinggi yang mengekspresikan FGF-2R, Sox-9, dan MAPK. Uji Brown Forsythe menghasilkan peningkatan signifikan jumlah kondrosit (p=0,010), ketebalan kolagen (p=0,000), dan lebar permukaan tulang rawan (p=0,015), serta peningkatan FGF-2R (p=0,000), MAPK (p=0,000), dan Sox-9 (p=0,000) pada kelompok SMPC. Dengan menggunakan analisis jalur, terdapat pengaruh kuat dari FGF-2R, MAPK, dan Sox-9 terhadap peningkatan jumlah kondrosit, ketebalan kolagen, dan lebar permukaan tulang rawan. Oleh karena itu, mekanisme implantasi SMPC dalam regenerasi defek tulang rawan setebal penuh dapat dijelaskan.

Penulis : Dwikora Novembri Utomo, Fedik Abdul Rantam, Ferdiansyah, Purwati