Abstrak : Saat ini, vaksin COVID-19 masih dalam tahap uji coba, dan pengobatan yang efektif untuk COVID-19 dengan penerapan langkah-langkah keamanan yang tepat masih menjadi kendala paling signifikan yang harus diatasi. Oleh karena itu, tindakan penanggulangan yang strategis sangat diperlukan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan kombinasi lopinavir/ritonavir-azitromisin, lopinavir/ritonavir-doksisiklin, dan azitromisin-hidroksiklorokuin yang digunakan untuk mengobati pasien dengan infeksi COVID-19 ringan hingga sedang. Tempat dan Desain. Penelitian ini dilakukan di empat lokasi studi klinis yang berbeda di Indonesia. Subjek memberikan persetujuan setelah penjelasan (informed consent) untuk partisipasi mereka dan dikonfirmasi positif COVID-19 melalui tes RT-PCR. Penelitian ini merupakan studi klinis acak, tersamar ganda, dan multisentris pada pasien yang didiagnosis dengan infeksi COVID-19 ringan hingga sedang. Bahan dan Metode. Enam kelompok perlakuan berpartisipasi dalam penelitian ini: kelompok Kontrol yang diberikan azitromisin dosis 500 mg; Kelompok A yang menerima lopinavir/ritonavir dosis 200/50 mg dan azitromisin 500 mg; Kelompok B yang diobati dengan lopinavir/ritonavir dosis 200/50 mg dan doksisiklin 200 mg; Kelompok C yang diberikan hidroksiklorokuin 200 mg dan azitromisin 500 mg; Kelompok D yang menerima lopinavir/ritonavir dosis 400/100 mg dan azitromisin 500 mg; dan Kelompok E yang diobati dengan lopinavir/ritonavir dosis 400/100 mg dan doksisiklin 200 mg. Hasil. 754 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini: 694 pasien (92,4%) dengan gejala ringan dan 57 pasien (7,6%) yang diklasifikasikan sebagai penderita COVID-19 sedang. Pada hari ketiga setelah pengobatan, 91,7%–99,2% subjek di Grup A–E terkonfirmasi negatif melalui tes usap PCR dibandingkan dengan 26,9% pada kelompok Kontrol. Dilakukan observasi pada semua kelompok yang mengalami penurunan viral load yang signifikan antara hari ke-1 dan hari ke-7. Penanda lain, seperti CRP dan IL-6, secara signifikan lebih rendah di semua kelompok perlakuan (p < 0,05 dan p < 0,0001) dibandingkan kelompok Kontrol. Selanjutnya, kadar IL-10 dan TNF-α meningkat secara signifikan di semua kelompok perlakuan (p < 0,0001). Pemberian azitromisin pada kelompok Kontrol meningkatkan kadar CRP dan IL-6, sementara menurunkan IL-10 dan TNF-α pada hari ke-7 (p < 0,0001) dibandingkan dengan hari ke-1. Penurunan kadar ALT dan AST teramati di semua kelompok (p < 0,0001). Terdapat peningkatan kreatinin dalam kadar serum kelompok Kontrol, C, D, dan E (p < 0,05), sedangkan kadar BUN meningkat di semua kelompok (p < 0,0001). Kesimpulan. Temuan studi menunjukkan bahwa pemberian lopinavir/ritonavir-doksisiklin, lopinavir/ritonavir-azitromisin, dan azitromisin-hidroksiklorokuin sebagai kombinasi obat ganda menghasilkan tingkat konversi PCR menjadi negatif yang signifikan lebih cepat dalam pengobatan tiga hari pada kasus COVID-19 ringan hingga sedang. Studi lebih lanjut harus melibatkan observasi pada pasien yang lebih tua dengan gejala klinis berat untuk mengumpulkan data demografis yang signifikan.
Penulis : Purwati , Budiono, Brian Eka Rachman, Yulistiani, Andang Miatmoko,
Nasronudin, Soroy Lardo, Yongki Iswandi Purnama, Mafidhatul Laely, Ike Rochmad, Taufik Ismail, Sri Wulandari, Dwi Setyawan, Alfian Nur Rosyid,
Herley Windo Setiawan, Prastuti Asta Wulaningrum, Tri Pudy Asmarawati ,
Erika Marfiani, Shinta Karina Yuniati, Muhammad Rabiul Fuadi, PepyDwiEndraswari, Purwaningsih, Eryk Hendrianto, Deya Karsari, Aristika Dinaryanti, Nora Ertanti , Igo Syaiful Ihsan, Disca Sandyakala Purnama, dan Yuni Indrayani



